Renungan harian tentang kebaikan Tuhan
Pw.
St yoh. Maria Vianey
Bacaan: Yer, 30:1-2,12-15,18-22
Mat. 15:1-2,10-14
Kedua Bacaan Suci hari ini menurut saya menarik untuk di sharingkan karena sangat
kontekstual dengan pengalaman iman setiap kita.
Bacaan
I hari ini mangisahkan tentang bagaimana reaksi Allah kepada umat pilihannya
sebelum dan sesudah mereka bertobat.
Sebelum
bertobat, Allah berkata bahwa ia telah memukul mereka dengan pukulan yg
bengis yang tak dapat ditolong lagi atau
dengan kata lain murka Allah telah sungguh2 nyata kepada umat yang berdosa dan
menyimpang dari jalan Allah.
Namun
ketika umatnya telah bertobat, semuanya itu berbanding terbalik. Allah menjadi
penjaga dan pelindung dari umatnya, memberkati dan menjaga semua keturunann
Israel.
Dari
bacaan ini, dapat disimpulkan, kebaikan Allah hanya datang pada orang yang
mengikuti Allah.hanya terjadi pada orang yang mau berbalik dan bertobat dari
semua kesalahannya.
Konteks
dari hukuman yang diberikan Allah dalam bacaan 1 bukanlah karena dosa personal
atau satu orang saja tetapi dosa yang universal atau yang dilakukan oleh banyak
orang; salah satu contoh konkretnya adalah dengan membuat tradisi baru, ajaran
atau jalan yang salah yang mampu membuat banyak orang terjerat dan jatuh
didalammnya. Untuk itu, konteks pertobatannya pun dalam PL biasa dilakukan
dengan sebuah ritus budaya kultis ; berkabung, puasa, membakar hewan kurban, menaruh
abuh dikepala dan lain2. Ini dilakukan sebagai symbol pertobatan dan mengambil
hati Allah agar murka Allah tidak terjadi atas mereka.
Bayangkan
salah satu dari kita ketua adat dan mengajarkan kepada kita sesuatu yg salah,
maka hukuman dari Allah bukan hanya kena di tua ada itu saja tetapi semua kita.
Kirannya bacaan ini mengajak kita untuk selalu bahwa kita sebagai gembala dan calon gembala dipanggul untuk menggiring umat kepada suatu kebenaran dari Allah bukan menuju jurang.
Lain
halnya dengan bacaan Injil hari ini, injil hari ini mengisahkan tentang
bagaimana Yesus mengkritik kebiasaan orang farisi atau umumnya yahudi yang terlalu
terikat dengan budaya nenek moyang hingga menggeser kebaikan dan nilai moral
yang ada ditengah masyarakat.
Contohnya
Yesus Kristus menyembuhkan orang lumpuh pada hari sabat, murid2 Yesus memakan gandum, dan sebagainya.
Camkanlah:
bukan yg masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, tetapi yang keluar dari
mulut itulah yang menajiskan orang. Orang Yahudi umumnya sangat menjaga tradisi
nenek moyang mereka dengan mengikuti
larangan dan pantangan dalam hal makanan. Menurt mereka hal ini dapat menjaga
relasi mereka dengan Allah agar tetap baik..tetapi mereka lupa bahwa
sesungguhnya yg menajiskan orang adalah perkataan, pikiran dan perbuatan yang
mereka lakukan.
Ungkapan
ini sebagai bukti dari usaha Y🙏🙏🙏esus untuk mendobrak tatanan budaya orang yahudi yang salah. Kita pun sering berlaku
demikian “ mementingkan keinginan pribadi hingga lupa untuk membantu teman yg
sedang mengalami kesulitan”
“Setiap
tanaman yang tidak ditanam oleh Bapaku yang disurga akan dicabut dengan
akar2nya. Biarkan orang buta menuntun orang buta karena mereka pasti jatuh
kedalam lubang”.
Yesus
datang untuk mencabut akar2 kesesatan yang tumbuh dan melekat dalam kehidupan
orang yahudi. Karena perubahan itu tidak akan terjadi apabila adanya sikap masa
bodoh dan diam dari kita ketika sebuah
kelalaian sedang terjadi.
Kiranya
bacaan ini mampu mendorong kita untuk terus berbuah dalam Roh dan menjadikan
kita sebagai sarana keselamatan dari Allah. Amin
Komentar