Langsung ke konten utama

definisi budaya menurut para ahli

 

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

A.    PENDAHULUAN

Manusia adalah makhluk sosial. Pernyataan ini dibuktikan oleh kenyataan bahwa manusia membutuhkan manusia lain dalam menjalankan hidupnya. Lingkup tempat manusia ini bersosialisasi  kemudian kita namakan sebagai lingkungan sosial. Dalam lingkup sosial, manusia membentuk apa yang kita sebutkan sebagai budaya. Hal ini terjadi akibat adanya peradaban.

Sebelum kita melangkah lebih jauh melihat defenisi dari para ahli tentang budaya, baiklah kita mengetahui bagaimana budaya dirumuskan dari asal katanya. Secara etimologis, budaya berasal dari bahasa sansekerta yaitu dari kata budhayah (merupakan bentuk jamak dari kata budhi yang memiliki pengertian budi, akal, atau hal yang berkaitan dengan akal. Adapun kata “budaya“, merupakan bentuk jamak dari kata budi-daya, yaitu daya dari budi yang berupa cipta, rasa, dan karsa. Maka, hasil dari cipta, rasa, dan karsa tersebut diistilahkan dengan kebudayaan. Kebudayaan dipadankan dengan kata culture dalam bahasa Inggris atau cultuur dalam bahasa Belanda. Culture sendiri berasal dari bahasa Latin yakni dari kata colera yang memiliki makna mengolah, mengerjakan, atau menyuburkan. Lalu, dari pengertian leksikal ini maknanya berkembang sebagai “segala daya, aktivitas, dan tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam”.

Sedangkan menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI), budaya berarti pikiran, akal budi, adat istiadat dan sesuatu yang  sudah menjadi kebiasaan dan sulit diubah. Dengan kata lain, budaya juga bisa berarti sesuatu yang serimg dilakukan dan bahkan sudah menjadi habitus

B.     MENGAPA PERLU BELAJAR BUDAYA ?

Pertanyaan ini perlu dan sangat penting untuk dijawab. Kalau tentang sejarah, Bung Karno perna berkata “jas merah”, maka tentang budaya, kita harus mengatakan jangan sekali-kali melupakan budaya. Kiranya ini menjadi alasan pertama mengapa kita belajar budaya yakni supaya kita tetap mengetahui(to know) dan akhirnya kita sampai pada tahap mencintai budaya kita sendiri (to love). Alasan yang lain mengapa kita harus belajar sejarah ialah supaya kita tidak memandang rendah budaya lain dan menganggap budaya kitalah yang paling tinggi.

C.     BUDAYA MENURUT PARA AHLI

a.       Koentjaraningrat

Menurut beliau, kebudayaan ialah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

b.      Clifford Geertz

Kebudayaan ialah suatu system konsepsional yang diwariskan, yang diragakan melalui bentuk-bentuk simbolis melalui mana manusia mengomunikasikan melanggengkan dan mengembangkan pengetahua mereka mengenai pola tindak mereka atas kehidupan. Demikian geertz merumuskan kebudayaan.

c.       Edward B. Taylor

Taylor mengemukakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks yang di dalamnya termasuk pengetahuan, kepercayaan kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan setiap kecakapan lainya serta kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh seseorang sebagai anggota suatu masyarakat.

d.      Ralph L. Beals (Beals, Hoijer dan Beals)

Kebudayaan adalah satu set (5 komponen seperti kelompok atau masyarakat, lingkungan, benda yang dihasilkn oleh budaya yang bersangkutan, tradisi budaya yang ditempuh secara kolektif dan aktifitas/prilaku) cara berpikir dan bertindak yang dipelajari yg mencirikan pengambilan keputusan apapun sebagai kelompok manusia.

e.       Clyde Kluckhon

Clyde mengatakan bahwa kebudayaan adalah lkeseluruhan hidup suatu bangsa warisan sosial yang didapat individu dari kelompoknya.

 

f.       Luzbetak

Luzbetak menyimpulkan budaya sebagai pola kehidupan sebagai pola kehidupan, pola masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan fisik, sosial, dan ligkungan pola pikiranya.

g.      R. Linton

Linton mendefenisikan budaya sebagai konfijgurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku, unsur-unsur pembentukanya didukung oleh anggota dari masyarakat 

h.      Drs. Sidi Gazalba

Gazalba sendiri ber-ide demikian bahwa kebudayaa adalah cara berpikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dalam ruang dan waktu.

i.        H. Agus Salim

Kebudayaan ialah persatuan istilah budi ddan daya menjadi makna sejiwa dan tidak dapat dipisah-pisahkan

j.        Mangunsarkoro

Ebudayaan menurut Mangunsarkoro adalah segala yang bersifat hasil kerja jiwa manusia yang seluas-luasnya.

D.    KEBUDAYAAN MENURUT KELOMPOK

Pembicaraan tentang budaya bisa dibilang cukup menarik. Dalam budaya kita bisa dibawa kepada masa lalu nenek moyang kita. Dalam budaya juga kita bisa dibawa kepada masa saat ini dan masa depan kita. Pembicaraan tentang budaya ini juga membawa kelompok kami kepada sebuah horizon berpikir yang baru tentang budaya.

Kami menemukan sebuah defenisi yang kurang lebih sama seperti defenisi-defenisi di atas. Menurut kami, budaya adalah keseluruhan hidup manusia dari abad ke abad yang meliputi cara berpikir, bertindak, memutuskan dan menciptakan segala sesuatu dalam ruang lingkup sosialnya.   Dari defenisi singkat ini kita bisa meyimpulkan bahwa budaya itu juga hampir menyentu semua aspek kehidupan kita. Lalu muncul pertanyaan: Mengapa demikian ? Dikatakan menyentu hampir semua aspek kehidupan kita karena kebudayaan itu dapat diamati dalam berbagai hal. Contohnya: cara sesorang berbicara dll.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Agus, Bustanuddin. Agama Dalam Kehidupan Manusia, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.

Prasetya, Joko Tri (dkk). Ilmu Budaya Dasar, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1991.

Kirchberger, George. Iman dan Transformasi Budaya, Flores-NTT: Nusa Indah, 1991

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI edisi kelima), Jakarta: Tim Redaksi KBBI, 2016.

Sumber dalam internet

https://rumahbeladjar.wordpress.com/tag/terminologi-kebudayaan/

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENAL LEBIH DEKAT SUKU ATONI DI TIMOR

  MENGENAL LEBIH DEKAT SUKU ATONI DI TIMOR   Hakikat Atoni meto (orang Timor/Dawan) [1] Suku Atoni merupakan etnis asli Timor yang mendiami bagian Barat dan tengah Pulau Timor. Tempat tinggal atau permukiman mereka adalah tanah kering dan berbukit-bukit gundul, seperti di kefetoran Amarasi, Fatu Leu, Amfoan, Mollo, Amanuban, Amanatun, Miomafo, Insana dan Beboki. Jumlah populasinya sekitar ±500.000 jiwa. Orang Atoni mempunyai bermacam-macam sebutan. Orang Tetun menyebut mereka orang Dawan, Orang Bunak menyebut mereka Rawan, penduduk di kota Kupang menyebut mereka Orang Gunung. Istilah Atoni diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “orang”, sedangkan istilah meto tidak diterjemahkan.Cara demikian sudah dilakukan, antara lain bagi suku bangsa tetun. Hanya istilah ema dari kata majemuk ematetun yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sehingga terbentuk istilah suku bangsa tetun. Penggunaan istilah meto itu sekaligus dapat mengakhiri kesimpangsiuran penanaman suku bangs...

FILSAFAT PANCASILA

  FILSAFAT PANCASILA PENGANTAR             Berbicara mengenai Bangsa Indonesia berarti kita tidak bisa lepas akan dua unsur besar dan penting di dalamnya. Yakni Nusantara dan Pancasila. Nusantara adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan wilayah kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Sebelumnya wilayah nusantara memiliki luas yang begitu besar hampir semua di bentangan Asia Tenggara. Namun kini, jika disebut nusantara berarti arahnya adalah Indonesia. Secara umum, studi Filsafat Nusantara   adalah salah satu penyadaran akan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. [1]             Filsafat Pancasila adalah hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang oleh bangsa Indonesia dianggap, dipercaya dan diyakini sebagai    sesuatu (kenyataan, norma-norma, nilai-nilai) yang paling benar, paling adil, paling bijaksana, p...