Langsung ke konten utama

FILSAFAT PANCASILA

 FILSAFAT PANCASILA

PENGANTAR

            Berbicara mengenai Bangsa Indonesia berarti kita tidak bisa lepas akan dua unsur besar dan penting di dalamnya. Yakni Nusantara dan Pancasila. Nusantara adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan wilayah kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Sebelumnya wilayah nusantara memiliki luas yang begitu besar hampir semua di bentangan Asia Tenggara. Namun kini, jika disebut nusantara berarti arahnya adalah Indonesia. Secara umum, studi Filsafat Nusantara  adalah salah satu penyadaran akan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.[1]

            Filsafat Pancasila adalah hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang oleh bangsa Indonesia dianggap, dipercaya dan diyakini sebagai   sesuatu (kenyataan, norma-norma, nilai-nilai) yang paling benar, paling adil, paling bijaksana, paling baik dan paling sesuai bagi bangsa Indonesia. Dalam hal kebijaksanaan dan kebenaran filsafat Pancasila mengenal adanya kebenaran mutlak yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa (kebenaran religious) dan sekaligus mengakui keterbatasan manusia, termasuk kemampuan berpikirnya.[2] Douglas Ramage, berasumsi bahwa Pancasila hanyalah retorika yang tidak menarik dari pemerintah yang berusaha melegitimasi aturannya. Pemeriksaan lebih dekat membuatnya semakin jelas dan baginya bahwa Pancasila memiliki arti yang sangat mendalam bagi orang Indonesia jauh melampaui propaganda pemerintah. Dimensi dan signifikansi makna Pancasila itulah yang dibahas oleh Ramage.[3]

PANCASILA SEBAGAI GAMBARAN UMUM BANGSA INDONESIA

Pemahaman yang dalam terhadap pancasila memungkinkan kita untuk mengerti dan tahu tentang bangsa Indonesia. Hal ini dikarenakan pancasila adalah rangkuman dan gambaran umum bangsa ini. Kepribadian Indonesia Menurut Perancang Nasional[4] ialah: keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia, yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan daripada garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa lndonesia sepanjang masa[5]. Pancasila dikatakan sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, karena pancasila memberikan pandangan baru yang otentik dan khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia karena nilai itu bersumber dari bangsa Indonesia sendiri, serta yang dapat membedakan bangsa Indonesia dari bangsa yang lain. Dengan demikian, maka pancasila yang kita gali dari bumi Indonesia sendiri merupakan: Pertama, dasar Negara dimana pancasila menjadi sumber hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, pandangan hidup bangsa Indonesia, dimana Pancasila menjadi patokan setiap norma masyarakat dan wadah pemersatu seluruh keberagaman bangsa. Ketiga, jiwa dan kepribadian bangsa; kelima Sila menjadi sumber kesatuan dan “defining characteristics” yakni pernyataan jadi diri bangsa, cita-cita dan hakekat terdalam dari bangsa ini yang memuat unsur kepribadian, keunikan, identitas dan sejarah bangsa ini.

PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAI DAN CERMINAN BANGSA INDONESIA

Pada tanggal 1 juni 1945 untuk pertama kalinya, Soekarno memberikan nama ‘Pancasila’. Nama pancasila diucapkan Soekarno dalam pidatonya di depan sidang umum pertama BPUPKI yang diselenggarakan pada tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan tanggal 1 Juni 1945. Dalam sidang itu dirumuskan secara definitif dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945[6]. Maksud dari perumusan Pancasila sendiri sebagai kepribadian bangsa ialah agar Pancasila mampu meresapi kehidupan masyarakat Indonesia yang begitu beragam dalam setiap kelompok masyarakatnya, menjadi dasar kehidupan bersama dan hubungan dengan masyarakat luas. Selain itu dalam Pancasila juga memuat begitu banyak makna dan nilai luhur para pahlawan yang menginkan kesatuan dan kebhinekaan. Pancasila adalah cerminan dari Nusantara dan bangsa ini dimana dalam Sila dan maknanya, mampu menggambarkan dan menjelaskan sejarah dan tujuan bangsa ini dengan jelas.

Nilai-nilai Pancasila menjadi dasar negara Indonesia oleh para tokoh bangsa saat akan melahirkan negara RI. Nilai- nilai Pancasila tetap tercantum dalam pembukaan UUD 1945, biarpun perjalanan ketata-negaraan mengalami perubahan dan pergantian undang- undang: dari UUD 45, Konstitusi RIS, UUD Sementara, sampai kembali ke UUD 45. Pancasila sebagai kepribadian dan jati diri bangsa Indonesia merupakan pencerminan nilai- nilai yang tumbuh dalam kehidupan bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang tertuang dalam sila-sila Pancasila merupakan filosofi bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara Republik Indonesia. Nilai-nilai itu adalah bangsa Indonesia adalah bangsa yang berketuhanan, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berusaha mempertahankan persatuan dan mewujudkan keadilan Pancasila sebagai dasar filsafat negara menjadi sumber bagi segala tindakan para penyelenggara negara, menjadi jiwa dari perundang-undangan. Pancasila sebagai sumber nilai dalam pelaksanaan kenegaraan yang menjiwai pembangunan nasional[7]. Pada hakekatnya Pancasila adalah satu. Karena itu inti isi Pancasila harus menjadi pedomaan dan ukuran bagi seluruh kegiatan kemasyarakatan dan kenegaraan serta orang orang Indonesia. Maka, pancasila adalah suatu substansi, karena unsur-unsurnya berasal dari bangsa Indonesia sendiri bukan jiplakan dari luar. Pancasila adalah suatu realita, karena merupakan kenyataan hidup bangsa Indonesia, sungguh-sungguh ada dan nyata serta hidup subur di dalam diri masyarakat Indonesia.[8]

Penutup

Kesatuan ide dan cita-cita masyarakat Indonesia tentunya dapat kita temukan dalam Pancasila. Pancasila adalah produk lokal dan asli milik bangsa Indonesia yang didasarkan pada sejarah bangsa dan ke-nusantaraanya. Keberagaman bangsa ini yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, serta terdiri dari pulau-pulau yang begitu banyak menjadi kekuatan kita sebagai bangsa Indonesia. Rumusan pancasila adalah sebuah wadah pemersatu yang sangat solid dan sekaligus untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan kebhinekaan.

Pancasila dan Indonesia adalah satu-kesatuan yang sulit untuk kita pisahkan karena merupakan satu kesatuan dimana antara keduanya memiliki isi dan muatan yang sama.  Keberhasilan para tokoh nasional dalam merumuskan pancasila adalah capaian yang luar bisa karena mampu merangkum dan mengadopsi semua keberagaman nusantara ini dalam Pancasila. Pentingnya pendidikan pancasila kepada  masyarakat Indonesia sangat dianjurkan mengingat perkembangan dunia yang semakin maju dan mengikis pengetahuan kita tentang sejarah bangsa ini. Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus menumbuhkan sikap cinta akan tanah air dalam diri sebagai bukti kebanggaan kita akan para tokoh-tokoh yang berjasa dalam mendirikan bangsa ini sehingga semangat Pancasila menjadi dasar kehidupan bernegara kita.  Salam 100 % khatolik 100% Indonesia ( I. J Kasimo)…Saya Indonesia, Saya Pancasila (Joko Widodo)



[1] L. A. S. Gunawan, Filsafat Nusantara: Sebuah Pemikiran tentang Indonesia  (Yogyakarta: Kanisius, 2020),  hlm. iii.

[2] Burhanuddin Salam, Filsafat Pancasila, (Jakarta: Bina Aksara, 1988), hlm. 23.

[3] Douglas E. Ramage, Politics in Indonesia, (London:  Routledge, 1995), hlm. 1.

[4] Badan Perancang Nasional badan instansi pemerintahan yang dibentuk pada tanggal 15 Agustus 1959 yang diketuai oleh Moh. Yamin dengan peran menyusun program kerja pola pembangunan nasinal yang dikenal dengan pola pembangunan semesta berencana dan badan ini kemudian diganti menjadi Badan Perancang Pembangunan Nasional.

[5] Burhanuddin Salam, Filsafat Pancasila,hlm. 46.

[6] L. A. S. Gunawan, Filsafat Nusantara: Sebuah Pemikiran tentang Indonesia  (Yogyakarta: Kanisius, 2020), hlm. 69.

  Pidato Soekarno alinea ke-4 pembukaan UUD 1945 “

[8] Sunoto, Mengenal Filsafat Pancasila, (Yogyakarta: PT. Hanindita, 1987), hlm. 71.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENAL LEBIH DEKAT SUKU ATONI DI TIMOR

  MENGENAL LEBIH DEKAT SUKU ATONI DI TIMOR   Hakikat Atoni meto (orang Timor/Dawan) [1] Suku Atoni merupakan etnis asli Timor yang mendiami bagian Barat dan tengah Pulau Timor. Tempat tinggal atau permukiman mereka adalah tanah kering dan berbukit-bukit gundul, seperti di kefetoran Amarasi, Fatu Leu, Amfoan, Mollo, Amanuban, Amanatun, Miomafo, Insana dan Beboki. Jumlah populasinya sekitar ±500.000 jiwa. Orang Atoni mempunyai bermacam-macam sebutan. Orang Tetun menyebut mereka orang Dawan, Orang Bunak menyebut mereka Rawan, penduduk di kota Kupang menyebut mereka Orang Gunung. Istilah Atoni diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “orang”, sedangkan istilah meto tidak diterjemahkan.Cara demikian sudah dilakukan, antara lain bagi suku bangsa tetun. Hanya istilah ema dari kata majemuk ematetun yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sehingga terbentuk istilah suku bangsa tetun. Penggunaan istilah meto itu sekaligus dapat mengakhiri kesimpangsiuran penanaman suku bangs...

definisi budaya menurut para ahli

  MANUSIA DAN KEBUDAYAAN A.     PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk sosial. Pernyataan ini dibuktikan oleh kenyataan bahwa manusia membutuhkan manusia lain dalam menjalankan hidupnya. Lingkup tempat manusia ini bersosialisasi   kemudian kita namakan sebagai lingkungan sosial. Dalam lingkup sosial, manusia membentuk apa yang kita sebutkan sebagai budaya. Hal ini terjadi akibat adanya peradaban. Sebelum kita melangkah lebih jauh melih at defenisi dari para ahli tentang budaya, baiklah kita mengetahui bagaimana budaya dirumuskan dari asal katanya. Secara etimologis, budaya berasal dari bahasa sansekerta yaitu dari kata budhayah (merupakan bentuk jamak dari kata budhi yang memiliki pengertian budi, akal, atau hal yang berkaitan dengan akal. Adapun kata “ budaya “, merupakan bentuk jamak dari kata budi-daya , yaitu daya dari budi yang berupa cipta, rasa, dan karsa. Maka, hasil dari cipta, rasa, dan karsa tersebut diistilahkan dengan kebudayaan . Kebudayaan ...