Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Tinjauan Kritis atas Ktitik Nietzsche Terhadap Paham Kristen

    “Tinjauan Kritis atas Ktitik Nietzsche Terhadap Paham Kristen” Oleh Sirilus Towa   1.       TESIS Nietzsche menganggap Tuhan hanya proyeksi dari keterbatasan manusia yang merindukan sebuah kekuatan yang tidak terbatas. Filsuf ini menggiring humanism modern yang rasionalistis ke tepiannya dengan memaklumkan der Wille zur Macht (kehendak untuk berkuasa)sebagai sumber kreativitas dan realisasi bakat-bakat besarmanusia. Bagi Nietzsche kekristenan membuat hidup kita tidak otentik karena menganjurkan penolakan terhadap dunia ini dan menundukkan diri di bawah roh. Jika manusia ingin otentik dengan hidupnya, ia harus mengatakan ya ( Ja-Sagen ) kepada hidup di dunia ini dengan segala naik turunnya. Itu berarti, manusia harus dibebaskan dari perhambaan roh dan menjadi tuan bagi dirinya sendiri dengan menerima energi kreatif yang memancar dari kehendak dan keduniawian hidupnya. Dengan memaklumkan bahwa Gott ist tot (Tuhan sudah mati), filsuf di u...

FILSAFAT PANCASILA

  FILSAFAT PANCASILA PENGANTAR             Berbicara mengenai Bangsa Indonesia berarti kita tidak bisa lepas akan dua unsur besar dan penting di dalamnya. Yakni Nusantara dan Pancasila. Nusantara adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan wilayah kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Sebelumnya wilayah nusantara memiliki luas yang begitu besar hampir semua di bentangan Asia Tenggara. Namun kini, jika disebut nusantara berarti arahnya adalah Indonesia. Secara umum, studi Filsafat Nusantara   adalah salah satu penyadaran akan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. [1]             Filsafat Pancasila adalah hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang oleh bangsa Indonesia dianggap, dipercaya dan diyakini sebagai    sesuatu (kenyataan, norma-norma, nilai-nilai) yang paling benar, paling adil, paling bijaksana, p...

MENGENAL LEBIH DEKAT SUKU ATONI DI TIMOR

  MENGENAL LEBIH DEKAT SUKU ATONI DI TIMOR   Hakikat Atoni meto (orang Timor/Dawan) [1] Suku Atoni merupakan etnis asli Timor yang mendiami bagian Barat dan tengah Pulau Timor. Tempat tinggal atau permukiman mereka adalah tanah kering dan berbukit-bukit gundul, seperti di kefetoran Amarasi, Fatu Leu, Amfoan, Mollo, Amanuban, Amanatun, Miomafo, Insana dan Beboki. Jumlah populasinya sekitar ±500.000 jiwa. Orang Atoni mempunyai bermacam-macam sebutan. Orang Tetun menyebut mereka orang Dawan, Orang Bunak menyebut mereka Rawan, penduduk di kota Kupang menyebut mereka Orang Gunung. Istilah Atoni diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “orang”, sedangkan istilah meto tidak diterjemahkan.Cara demikian sudah dilakukan, antara lain bagi suku bangsa tetun. Hanya istilah ema dari kata majemuk ematetun yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sehingga terbentuk istilah suku bangsa tetun. Penggunaan istilah meto itu sekaligus dapat mengakhiri kesimpangsiuran penanaman suku bangs...