Membina Nurani Dari Peristiwa “Nikita VS sang Habib” Oleh Sirilus Towa Abstrak Kemajuan dunia yang sangat pesat saat ini tentu menghadirkan berbagai macam kemudahan dan masalahnya sendiri. Keterikatan manusia dengan barang materi juga menjadi suatu perhatian khusus dimana terjadi jurang pemisah yang besar antara sesama. Sikap ragu-ragu dalam mengambil keputusan, takut, egois, ambisi, tamak dan haus akan kekuasaan turut hadir untuk membentuk watak dan pribadi manusia bahkan sejak usia dini. Kepekaan, rasa saling memiliki seakan memudar dari peredaraanya di kehidupan bersama. Peran hati nurani kini sudah mulai memudar. Hati nurani adalah seruan dari inti terdalam diri kita untuk mendengar dan melakukan hal yang baik, karena disanala Allah berbicara kepada kita. Untuk itu kita dipanggil untuk mengasah dan mendidik hati nurani kita di tengah dunia saat ini sebab hati nurani yang baik akan membentuk kita menjadi manusia yang baik pula. ...
“Tinjauan Kritis atas Ktitik Nietzsche Terhadap Paham Kristen” Oleh Sirilus Towa 1. TESIS Nietzsche menganggap Tuhan hanya proyeksi dari keterbatasan manusia yang merindukan sebuah kekuatan yang tidak terbatas. Filsuf ini menggiring humanism modern yang rasionalistis ke tepiannya dengan memaklumkan der Wille zur Macht (kehendak untuk berkuasa)sebagai sumber kreativitas dan realisasi bakat-bakat besarmanusia. Bagi Nietzsche kekristenan membuat hidup kita tidak otentik karena menganjurkan penolakan terhadap dunia ini dan menundukkan diri di bawah roh. Jika manusia ingin otentik dengan hidupnya, ia harus mengatakan ya ( Ja-Sagen ) kepada hidup di dunia ini dengan segala naik turunnya. Itu berarti, manusia harus dibebaskan dari perhambaan roh dan menjadi tuan bagi dirinya sendiri dengan menerima energi kreatif yang memancar dari kehendak dan keduniawian hidupnya. Dengan memaklumkan bahwa Gott ist tot (Tuhan sudah mati), filsuf di u...